Microbavterium tuberculosis masuk melalui pernafasan lalu basil menyebabkan peradangan pada permukaan alveolus, Alveoli adalah berkembang biak bakteri Myobacterium Tuberculosis. Sistem imun merespon dan terjadi inflamasi. Fagosit menekan bakteri, limfosit spesifik tuberkulosis menghancurkan bakteri dan jaringan normal,
Jika respon imun adekuat, jaringan parut pada tuberkel atau lesi granulomatosa dan basil akan tetap dalam kondisi tertutup. Sehingga penyakit tuberculosis akan tidak terjadi. dan sebaliknya jika imun tidak adekuat untuk mengandung basili, maka akan terjadi penyakit tuberkulosis. Bakteri yang telah masuk dapat menyebar dari paru ke organ lain memelui sistem peredaran darah, saluran limfe, saluran pernafasan atau penyebaran langsung kebagian tubuh.
Kode A18 digunakan untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis pada organ lain. Dalam icd kode ini terdiri dari 9 subkategori yang dapat dipilih sesuai kondisi klinis pasien :
- A18.0† dipilih jika pasien terdiagnosa Tuberkulosis tulang dan sendi, pada tb tulang dan sendiri Pasien dapat mengalami Gejala klinis berupa pembengkakan, nyeri dan gangguan fungsi yang progresif selama berminggu - minggu hingga berbulan – bulan. diagnosis bisa didapat dari biakan mikobakterium jaringan tulang, Aspirasi jarum, biopsi (CT-guided), Tes sensitivitas antimikrobial isolat, Foto toraks untuk menentukan bekas TB atau TB paru. Pemeriksaan MRI untuk menentukan perluasan infeksi ke jaringan lunak dan struktur di sekitar tulang (contoh: medula spinalis).
- A18.1 dipilih jika pasien terdiagnosa Tuberkulosis sistem genitourinaria, merupakan sistem organ dari sistem reproduksi dan kemih. Pasien yang terkonfirmasi bisa mengalami gangguan miksi dan urgensi, Epididimimitis kronik, nyeri pada pinggang, punggung dan suprapublik, hematuria, hematospermia, sistitis rekuren dan pembengkakan testis. Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan BTA urin, biakan mikrobakterium Tuberkulosis dan pemeriksaan spesimen jaringan disertai pemeriksaan BTA/ TCM TB
- A18.2 dipilih jika pasien terdiagnosa Limfadenopati perifer Tuberkulosis, adalah tuberkulosis yang menyerenag sistem kelenjar yang dapat dideteksi melalui aspirasi jarum halus atau biopsi kelenjar dan pemeriksaan TCM.
- A18.3 dipilih jika bakteri mikrobakterium tuberkulosis menyerang usus, peritoneum dan kelenjar mesenterika. Usus adalah bagian dari saluran cerna, peritonium merupakan selaput pada diding perut bagian dalam, sedangkan kelenjar mesenterika adalah jaringan yang mentambungkan usus dan peritonium. Umumnya pasien akan mengalami diare, nyeri pada perut, turun berat badan, darah pada rektum, nyeri abdomen, massa abdomendan limfadenopati, anoreksia dan malaise.
- A18.4 dipilih jika pasien Tuberkulosis kulit dan jaringan subkutan. Ditegakkan apabila Mycobacterium tuberculosis ditemui pada biakan jaringan dari biopsi kulit atau pulasan sitologi, atau ditemukan DNA Mycobacterium spp dengan pemeriksaan molekuler. Gejala berupa papula kecil dan eritema hingga tuberkuloma besar, gambaran scrofuloform, plak anular dengan batas verukosa pada lupus vulgaris atau plak hiperkeratotik.
- A18.5 dipilih jika pasien terdiagnosa Tuberkulosis mata. Tb mata dapat terjadi pada semua bagian mata, adneksa mata dan orbita.
- A18.6 dipilih jika pasien terdiagnosa Tuberkulosis telinga. Pasien bisa dicurigai tb telinga jika terjadi Sekret supuratif tanpa nyeri persisten, Tuli berat, Riwayat TB perforasi membran timpani multipel dan melemahnya saraf wajah. Diagnosa dapat ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi jaringan mastoid, BTA cairan telinga tengah dan biakan maupun tes molekuler.
- A18.7† dipilih jika pasien terdiagnosa Tuberkulosis kelenjar adrenal. Kelenjar ini terletak diatas ginjal yang berfungsi memproduksi hormon.
- A18.8 dipilih jika pasien terdiagnosa Tuberkulosis organ lain yang tidak terklasifikasi dalam ICD

0 Comments